sudah terdaftarkah anda di dpt pilpres? kpu sedang melakukan pemutakhiran data mulai 10 april hingga 10 mei. jangan ragu atau segan untuk mengecek apakah nama anda sudah terdaftar di dpt. datangi rumah rt atau rw tempat anda berdomisili. atau ke kelurahan atau balai desa. kalau nama anda ada ya tak perlu repot-repot lagi. kalau belum ada, tanyakan saja pada petugas setempat.
bosan dengan motor yang anda pakai? pengin ganti warna? atau ganti merek? anda mau jual motor? tak perlu repot. tak usah bingung. hubungi saja bapak sholeh. nanti ia akan mendatangi rumah anda. pembayaran diterima di rumah anda. menyenangkan bukan? inilah kemudahan baru yang ditawarkan bagi mereka yang butuh uang (dengan cara menjual motornya). tapi, yang menjadi pertanyaan mengapa iklan luar ruang itu diletakkan di bagian bawah tiang listrik. apakah pertimbangannya agar mudah dilihat para pengendara sepeda motor? boleh jadi begitu adanya. tapi boleh jadi juga ini hanya kreativitas tukang tempel yang belum tentu diketahui pak sholeh.
dengan buku kita menambah wawasan. lewat buku juga kita memperluas jejaring. melalui buku pula banyak hal lain akan didapat... tapi tentu saja bukan semua jenis buku bermanfaat. bagaimanapun kita tetap harus memilah-milah sesuai kebutuhan...itu dari segi isi. dari segi harga akan lain ceritanya. sudah menjadi rahasia umum kalau harga buku di (indonesia terbilang) mahal. ini berlaku untuk buku lokal. terlebih lagi buku impor, dimana importir buku (mungkin toko buku besar atau penerbit) menggunakan kurs sendiri yang harganya jauh diatas kurs pasar. salahkah mereka? menyangkut bisnis atau usaha. boleh jadi, hal ini sah-sah saja adanya.
lantas dimana bisa didapat buku murah? tapi masih dalam keadaan bagus alias layak baca? di lapak buku. lapak? itu kan tempat ngumpulnya buku bekas. tidak. tidak selamanya lapak buku hanya berisikan buku bekas. seperti yang ada di jalan tole iskandar-depok ini (mudah dicari, gampang ditemukan. dari jalan raya bogor lazim disebut simpangan depok lebih mudah didatangi. kalau dari margonda, pilihlah arah ke simpangan depok. di daerah margonda, dekat kober, kalau saya tak salah ada juga lapak seperti ini). meski ada papan nama 'toko buku' janganlah dibayangkan toko buku seperti di mal atau pusat-pusat perbelanjaan.
bagi yang belum pernah (atau terbiasa ke sini) mungkin akan bingung dan mengira ini hanya lapak buku untuk dikilo-in. padahal kalau mau masuk ke dalamnya dan bertanya buku-buku pelajaran dari tingkat sd hingga perguruan tinggi. buku baru atau lama? anda mau yang baru atau yang lama? :)-. dua-duanya ada. kalau ingin menjual buku-buku bekas yang sudah tidak dipakai lagi bisa juga ke sini (tapi kalau bisa di'waris'kan kepada yang membutuhkan tentunya akan lebih baik. ke sekolah, misalnya).
soal harga bagaimana? dijamin lebih murahkah? sebaiknya anda window shopping dulu di toko buku atau gugling saja secara online sehingga mendapatkan patokan harga. setelah sampai di 'toko buku' ini silakan tawar-menawar dengan pemiliknya. saran saya, jangan hanya melihat dan lantas menyimpulkan buku yang dicari tidak ada. belum tentu seperti itu. tanyakan dulu, sangat boleh jadi buku yang anda cari ada di tumpukan paling bawah. (seperti nanda yang mencari majalah game, tinggal bilang dan akan dibawakan setumpuk yang bisa dipilih)
berminat? silakan... gambar lainnya dapat dilihat di sini.
Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.
Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.
Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.
"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya.
"Kami melihat tanda asapmu," jawab mereka.
Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut.
co-pas dari milis.
Alkisah di negeri dunia, Pak Hakim yang selalu dihormati dan dimuliakan bertemu dengan Pak Pengemis, terjadilah percakapan antara mereka.seperti biasa co-pas kiriman temen :D. mau jadi hakim atau pengemis? ah, jawabannya tentu tidak sesederhana itu. setiap orang pasti mempunyai pendapat sendiri. mau berbagi? silakan...
Pak Hakim berkata, "Hai engkau, Pak Pengemis. Aku lihat engkau meminta-minta di setiap sudut kota ini. Padahal engkau meminta-minta bukanlah dalam keadaan lapar ataupun menderita. Badan engkau cukup kuat untuk bisa bekerja keras. Aku lihat pakaianmu sangatlah hina, tetapi uang yang kau dapat ada di atas upah minimum negeri dunia ini," dengan wajah menghina.
"Ya, benar, pakaianku yang aku pakai ini sangatlah hina, tetapi uang yang aku dapat adalah uang yang halal. Pemberian dari orang yang tidak kupaksa untuk memberikannya, mereka dengan ikhlas memberikan kepadaku dengan harapan di dadanya sebagai amal untuk ke kampung surga di dunia akhirat," jawab si Pak Pengemis dengan bangganya.
Singkat cerita, Pak Hakim dan Pak Pengemis berhijrah ke dunia akhirat.
Penjaga negeri akhirat sedang mengatur dan memerika dokumen perjalanan para pehijrah, dan tibalah waktunya Pak Hakim dan Pak Pengemis.
Berkatalah Penjaga negeri akhirat kepada Pak Hakim, "Hai engkau Pak Hakim, kemanakah tujuanmu pergi."
"Aku hendak ke kampung surga di negeri akhirat," jawab dengan lantang dan bangganya Pak Hakim ini.
"TIDAK BISA, engkau tidak bisa ke kampung surga di negeri akhirat ini," dengan beringasnya jawaban penjaga itu.
"Kenapa aku tidak bisa, bukankah aku sebagai Pak Hakim yang mulia sewaktu aku di negeri dunia," jawab Pak Hakim dengan keheranan.
"Benar, pakaianmu adalah mulia sewaktu di negeri dunia, tetapi engkau sendiri yang menanggalkan kemuliaanmu, engkau memberi keadilan dengan dasar suap, siapa yang bisa membayarmu, maka keadilan ada di tangan yang membayarmu," jawab si Penjaga negeri akhirat dengan nada yang sangat marah.
"Maka, tempatmu adalah sebagai penduduk di kampung neraka di dunia akhirat ini," jawab si Penjaga dengan tertawa-tawa.
"AH.. AH.. AH.., SI YANG MULIA DI NEGERI DUNIA, TETAPI YANG HINA DI NEGERI AKHIRAT," tertawalah dengan kerasnya si Penjaga. "AH.. AH.. ALAMATMU ADALAH DI KAMPUNG NERAKA DI NEGERI AKHIRAT INI."
Pak Pengemis setelah mendengar jawaban dari Penjaga tersebut semakin takut, berkatalah ia di dalam hatinya, "Bagaimana mungkin aku yang hina di negeri dunia bisa masuk ke dalam kampung surga di negeri akhirat. Sedangkan Pak Hakim yang mulia pun tidak bisa masuk."
Seakan dapat membaca pikiran si Pak Pengemis, berkatalah Penjaga ini, "TIDAK wahai Pak Pengemis, engkau dapat masuk ke dalam kampung surga di negeri akhirat ini, tempat dambaan setiap penghuni negeri dunia. Benar, engkau adalah yang hina di negeri dunia, tetapi engkau mendapatkan uang yang halal. ENGKAU ADALAH YANG HINA DI DUNIA, TETAPI ENGKAU AKAN MENJADI PENDUDUK KAMPUNG SURGA DI DUNIA AKHIRAT INI," jawab si Penjaga dengan lemah lembutnya dan senyuman yang indah.