sekali ros tetap ros dong...

11:25 PM

rostinggal di kompleks be-te-en dengan tanah yang tidak terlalu luas tapi mempunyai kesukaan atau hobi bertanam pepohonan memang jadi rada repot. kebutuhan untuk melihat yang hijau-hijau (tanaman) dan keinginan memperluas kamar jadi berbentrokan. kalau semuanya bangunan (seperti kebanyakan rumah lain) rasanya mata sepet juga. tapi, kalau kebesaran tamannya nanti dibilang mau menyaingi rumah di rel-estat. ambilah jalan tengah: kamar tetap diperluas dan sisakan tanah untuk bertanam.

sebenarnya yang mempunyai hobi hijau-hijau-an ini yah ibunya nanda alias isteri saya. sementara saya hobi juga tapi bagian melihatnya :d. soal pemeliharaan tidaklah susah. sesekali saya atau nanda ikut membantu menyiram. si ros, seingat saya waktu itu ada tiga pot yang dibeli, ada warna merah menyala dan yang putih. semasa di pot, tumbuhnya kelihatan tidak maksimal. dipindahkanlah ia ke tanah dan alhamdulillah tumbuh subur.

senang sekali melihat si merah menyala yang sedang mekar. atau yang putih merekah. namun sayangnya si merah, karena terkena renovasi harus merelakan nyawanya dan gugur ke bumi. tinggallah si putih. sisa satu inipun diragukan kehidupannya, karena pernah tanpa sengaja saya membersihkannya. ibunya nanda pun sempat protes. alhamdulillah si putih tetap merekah.

namun, ada yang agak aneh dengan si putih ini. selain ada bunganya yang berwarna pink, ia bertumbuh ke luar pagar rumah. jadilah ia seperti tanaman liar atau tanaman makan pagar. bila sedang mekar, anak-anak sekolah yang lewat suka memetiknya. tapi ini tak menjadi masalah. senang rasanya melihat anak itu riang hati sambil menciuminya.

si ros juga selalu kami bawa saat nyekar ke makam almarhum bapak dan almarhumah ibu mertua. eyang putri nanda semasa hidupnya suka sekali dengan bunga mawar. dan, setiap si putih mekar (lebih dari satu tentunya) seakan mengingatkan kami kepada beliau.

You Might Also Like

11 komentar

populer...