musim sunat...

3:07 PM

liburan sekolah sudah tiba. horeee! selain tempat rekreasi yang penuh sesak, tempat apa lagi yang juga ramai dikunjungi? kira-kira apa ya? bong supit atau tukang sunat! musim liburan berarti panen buat para pengkhitan. ada juga sih yang ke dokter, kalau ini istilahnya sirkumsisi. tapi, yang favorit tetap bong supit. bagi yang penciuman bisnisnya tajam, ini merupakan ladang usaha yang menguntungkan. dibuatlah 'paket sunat' yang dikemas sekaligus dengan wisata. jadi, khitan beres pakai jalan-jalan pula. soal biaya? tak perlu khawatir, karena paket-paket ini memang menyosor pada golongan mampu (membayar).

undangan walimatul khitan pun ramai berdatangan. acap digelar hari sabtu atau minggu, bukan tidak mungkin dalam satu hari harus menghadiri dua undangan dengan jam yang sama pula. minggu kemarin saya menghadiri sunatan. ada dialog menarik antara bapak dan anaknya. "yah, enak ya yang sunatan dapat uang banyak," ujar si bocah. "aku dipestain juga dong," tambahnya lagi. si ayah kelihatan senyam-senyum. si anak seusia kelas 3 sd atau 8 tahun. kenapa tidak ada kenduri (masih uzum gak ya istilah ini?) buat anak ini? rupa-rupanya anak ini sudah dikhitan pada usia empat bulan. terang saja tidak ada pesta-pesta-an segala. saat ditanyakan kepada si bapak, ternyata bocah ini dikhitan sesusia itu berbarengan dengan operasi hernianya.

sang anak hanya melihat khitan dari sisi 'dapat uang banyak'. sementara dari sisi orang tua, mestinya sih, tidak berpandangan demikian. coba simak kalimat berikut: 'Peristiwa penting dalam perjalanan hidup lelaki muslim adalah menjelang ia akil baligh. Saat manis dalam kenangan sejarah panjang seorang muslim adalah untuk pertama dan hanya sekali ketika ia dikhitan.' jelas lah bahwa khitan bukan sekadar acara 'pemotongan'. ia diharapkan menorehkan memori yang manis untuk dikenang. ditambah lagi dengan lantunan doa:

Ya Allah, panjangkanlah umur anak kami ini,
terangilah hatinya, teguhkanlah imannya,
bagusilah amal perbuatannya,
lapangkanlah rizkinya,
dekatkanlah menuju kebaikan,
jauhkanlah dari keburukan.

Ya Allah, kabulkanlah doa kami ini,
agar anak kami menjadi anak yang sholeh,
yang senantiasa taat kepadaMu dan
berbakti kepada kedua orang tuanya.

Amin ya rabbal ‘Alamin

banyak harap tertumpah pada khitanan. ia, seharusnya, barangkali, menjadi sebuah ritual yang sakral. tapi coba tengok acara penganten sunat yang diadakan. dentum pengeras suara berdentam-dentam menggedor gendang telinga. organ tunggal mengiringi goyang dangdut vokalis berpenampilan seronok. tentu tidak semua acara khitanan digelar secara demikian. ada yang menyelenggarakannya dengan pengajian. sederhana tapi tetap khidmat. ia pun jadi ajang reuni keluarga yang sudah lama tidak bertemu. tali silaturahmi dieratkan lagi.

semoga kalau ada undangan lagi kita tidak lagi disuguhi keramaian pesta sebagai ajang jor-joran. kalau ada lagi? ya, sah-sah saja dong. wong, yang punya hajatan lebih ngerti kok.

You Might Also Like

1 komentar

populer...